Sudah jatuh tertimpa tangga.
Demikian peribahasa yang layak untuk pertandingan PERSEMA vs PERSIBA. Dalam posting saya sebelumnya saya telah mengkhawatirkan absennya Mijo Dadic yang menjadi sentral pertahanan PERSIBA musim ini dan hasilnya terbukti pelatih Hariyadi mengakui bahwa titik lemah kali ini adalah disektor lini belakang. Tapi saya tak menyangka bahwa wasit menjadi komplain juga dari pelatih Hariyadi. Boleh dikata dalam semua pertandingan tandang, pelatih tidak pernah menyatakan kekecewaan terhadap wasit meskipun beberapa kali wasit memimpin secara tidak adil. Jika melawan PERSEMA, pelatih Hariyadi mengeluh soal wasit artinya pertandingan ini sarat oleh WAFIA PERWASITAN.
Saya menyangka justru AREMA yang akan menggunakan jasa wasit ini tapi ternyata AREMA justru sangat profesional. Mereka tidak membutuhkan wasit untuk membela mereka… Salut buat AREMA.
Justru WASIT membela PERSEMA entah ini orderan dari PERSEMA atau ini orderan dari PSSI. Kecurigaan saya kekalahan PERSIBA adalah orderan dari petinggi dari PSSI. Mengapa demikian ?
Pertimbangan utama adalah soal bisnis sepakbola itu sendiri. Dengan turunnya prestasi team elite kebanggaan seperti PERSIB dan PERSIJA, nilai jual mereka menjadi berkurang. Alhasil mereka kesulitan untuk mendapatkan pendapatan yang lebih baik karena menurunnya jumlah penonton dan jumlah sponsor di masa mendatang.
Jika PERSIBA mampu bertahan terus dipapan atas bukan tak mungkin sponsor justru akan pindah ke daratan Kalimantan dan membuat team-team yang biasa mendapatkan dana menjadi kehilangan penyumbang dana mereka.
PERSIBA bukan kali ini saja dikerjai wasit, mafia wasit pun bahkan berani mengerjai PERSIBA dikandangnya sendiri. Ingat kasus pemukulan wasit oleh pendukung PERSIBA selepas kalahnya PERSIBA oleh PERSITARA. Kasus ini berbuntut dihukumnya PERSIBA menikmati laga usiran tanpa penonton.
PErsiba juga menjadi satu-satunya team yang bermain sebanyak 14 kali di akhir bulan desember 2009, sementara team lain hanya 12 kali saja. Bahkan ada satu dua team yang bermain hanya 10 kali.
MEskipun demikian kami pasrah…toh PERSIBA hanya untuk memuaskan dahaga orang Balikpapan akan hiburan…Nikmati saja…