Sarasehan Sepakbola memang harus segera digelar di Malang untuk memberi tekanan kepada PSSI agar membangun persepakbolaan Indonesia yang sehat dan maju.
Mengapa saya berani mengatakan bahwa PSSI adalah makelar juara ?? Saya memperhatikan keanehan kepemimpian wasit dalam beberapa laga yang disiarkan langsung pada awal paruh musim ke dua Super LIGA saat ini.
Yang membuat saya kaget adalah wasit Aang Suparlan yang memimpin team kesayangan saya melawan AREMA Indonesia yang disiarkan secara langsung. SAya sering mengamati kinerja wasit Aang dalam memimpin pertandingan terutama di kandang PERSIBA meskipun tidak dapat nilai 9 seperti Jimmy Napitupulu tapi dapat 7,5 menurut penilaian saya. Wasit Aang meskipun beberapa kali membuat kesalahan tetapi umumnya masih dalam batas yang wajar. Wasit Aang jarang sekali bertindak tidak fair terutama menguntungkan team Kandang secara berlebihan, terutama pada kondisi 50:50 memang biasanya wasit Aang akan lebih membela PERSIBA.
Saya sebenarnya senang ketika melihat Wasit Aang yang akan memimpin partai PERSIBA Balikpapan melawan AREMA INDONESIA, tapi dipenghujung pertandingan saya kecewa akan sebuah kenyataan bahwa wasit Aang tidak memimpin sesuai karakternya saat ini.
Wasit Aang mudah sekali meniup peluit ketika pemain Arema terjatuh maupun dalam duel body charge yang biasanya bukan dianggap sebagai pelanggaran. Bahkan anehnya ketika pemain PERSIBA yang terjatuh justru dibiarkan saja oleh kang Aang. Ada apa ini ??
Ada dua kemungkinan :
1. Wasit Aang yang berasal dari Jawa Barat berharap PERSIB dapat naik keposisi atas jika PERSIBA kehilangan poin lagi di laga kandangnya kali ini.
2. Ada agenda lebih besar untuk menaikkan posisi team-team utama yang bernilai jual tinggi (PERSIJA, PERSIB, Sriwijaya FC) kepapan atas. Dengan pertimbangan bahwa klub-klub ini punya basis massa yang kuat yang sangat berguna dalam dunia marketing.
Saya lebih yakin untuk kemungkinan no dua. PSSI sempat dituntut PERSIPURA karena mengadakan final PIALA LIGA di Palembang yang notabene merupakan kandang SRIWIJAYA. PERSIPURA kalah dengan WO karena merasa ada ketidak adilan dalam pertandingan tersebut.
Musim liga saat ini PSSI lebih gila lagi karena mengatur semua wasitnya untuk membela team-team tertentu atau untuk mengatur posisi team tertentu diklasemen Super liga.
Ini bukan lagi Mafia Wasit … Tapi MAFIA PSSI .. sebagai makelar JUARA…
Ayo Reformasi PSSI…