Komplain Mr. Rene Albert yang menganggap bahwa penonton PERSIBA rasis menurut saya tidaklah tepat. Penonton PERSIBA menurut pengamatan saya distadion jarang bersikap rasis kepada para pemain negro. Penonton PERSIBA baru mengeluarkan suara seperti binatang jika pemain kulit hitam tersebut memprovokasi pemain PERSIBA atau bahkan penonton. Penonton pasti akan membalasnya dengan sikap rasis tersebut.
Nah, untuk Pierre Njanka punya bad story di stadion PERSIBA. Musim lalu ketika PERSIBA menjamu PERSIJA dalam partai piala LIGA terjadi keributan dilapangan antara Pierre Njanka dan striker PERSIBA musim lalu Adrian Trinidad. Keduanya mendapatkan kartu kuning pada waktu itu.
Sayangnya kasus berlanjut dengan timbulnya pengaduan P. Njanka yang mengadukan A. Trinidad yang dianggapnya mengeluarkan kata-kata rasis terhadap dirinya. Akhirnya Trinidad mendapatkan hukuman dari PSSI karena dianggap mengeluarkan kata-kata rasis meskipun P. Njanka tidak memiliki saksi selain Gaston Castano (temannya Trinidad dan Julia Perez). Lucu kan !!!
Nah, dalam kasus rasisme di Stadion PERSIBA ini, saya yakin penonton PERSIBA teringat akan kasus tahun lalu. Jadi kesimpulannya, P. Njankalah yg memicu rasisme karena dia sendiri yang memposisikan dirinya sebagai orang rasis..
ORang rasis menurut saya adalah orang yang selalu merasa berbeda dan selalu merasa inferior. Akibatnya orang lain lah yang selalu dipersalahkan atas perasaannya tersebut. Jika P. Njanka tidak mempedulikan teriakan penonton tersebut saya yakin tidak akan melanjutkan teriakan mereka. Semakin dilawan maka semakin keras juga reaksi penonton.
Jadi P. Njanka lah yang rasis…
Mas,kalo posting itu juga sampean jangan terlalu membela diri secara berlebihan, jangan mau sok menang sendiri.perlu ingat, apapun alasannya, yang namanya rasis itu hukumnya haram.kita sebagai pencinta sepak bola juga harus mendukung hal ini. Masalah provokasi dan sejarah jaman jepang sekalipun, tidak bisa dipakai alasan untuk bertindak rasis. saran saya, jadilah pendukung klub yang dewasa.Sam[ean banyangin aja, kalo saja sampai 5thn kedepan njangka masih maen di liga Indonesia, apakah selama 5 thn itu suporter persiba juga akan sampean amini untuk bertindak rasis?
tenang mas.. Juned..kita santai saja kok…gak berlebihan menurut saya….saya tidak membela tapi menyampaikan fakta (kejadian musim lalu) sebuah kejadian yang bukan berasal dari takling Piere Njanka terhadap penyerang PERSIBA secara kasar sehingga timbul keributan.
Justru penonton kagak tahu kenapa P NJANKA dan Trinidad berantam. Penonton baru ngeh seminggu kemudian setelah baca kora..kalo Pak Njanka menuntut Trinidad karena dianggap rasis…lucunya saksinya temannya Trinidad..lucu kan !!!
Aksi Pelatih Robert dan Pierre Njanka emang provokatif pas distadion…
Piere Njanka kan bukan hanya sekali dua kali datang ke kandang PERSIBA..Emang kenyataannya dia suka provokasi makanya dibales sama penonton.
FYI, stadion PERSIBA emang belum layak.. tribun B tempat duduk mener pelatih hanya terisi oleh 600 orang dan jaraknya hanya 3 meter dari bench cadangan. Perlu dicatat yang teriak-teriak itu penonton yang bayarnya Rp100.000 per orang.
Dan yang teriak mungkin hanya 30 orang tapi karena dekat…pasti sangat didengar oleh mener Pelatih…
Jadi stadion PERSIBA itu angkernya karena terlalu dekat sama lapangan…
he..he…Jadi kata kuncinya kalo main di PERSIBA jangan provokasi aja..kita mau lihat orang main bola bukan orang yang bersikap seperti “monyet” yang minta dikasih pisang melulu. Penonton sdh bayar mahal utk nonton Arema yang katanya team profesional..tapi punya bek yg mental rasis yang suka memprovokasi wasit dan penonton…yah..marahlah penonton..
gitu kira-kira kondisinya…
Saya tidak membela Arema,
hanya saja kualitas penonton balikpapan sejujurnya memang hanya penonton yang pantas menonton pertandingan kelas Tarkam.
Penonton mengumpat dengan kata anjing, monyet, dll itu terdengar dengan jelas.
Saya nggak banyak komentar soal penikmat sepak bola di balikpapan, karena saya kasihan dengan mental sepak bola tarkam yang dibawa-bawa ke pentas ISL
Bro Balikpapan Regency,
Saya tidak mengerti logika berpikir anda. Dalam kerumunan penonton sepak bola ada puluhan ribu penonton dan mereka berasal dari berbagai kalangan mulai dari tukang bakso hingga tukang korupsi PSSI… Pasti adalah yang mengumpat dgn berbagai kata binatang.. dan menurut saya yah sesuai dengan klasifikasi masing-masing. Kalo anda dan saya yang bergaji puluhan juta memang gak layak teriak2 gitu.
Kalo mau nonton yang gak ada begituannya..silahkan nonton bioskop saja..
Gary neville aja keliatan kamera video memberi telunjuk kepada Tevez dalam partai MU vs City…nonton gak ??
anda mau penonton PERSIBA “sesopan” Gary Nevile ?? Dinegara mbahnya sepakbola saja masih begitu mas… dan lucunya gak ditindak tuh Gary Neville…
Penonton mana yang lebih “sopan” (baca lebih sedikit makiannya) Arema atau PERSIBA ? jelas PERSIBA donk.. sampai hari ini protes P Njanka dan meneer Albert tidak berbuah sanksi, sementara perkataan Rasis Aremania telah menuai Sanksi..
saya harus akui bahwa PERSIBA menjadi team yang berbeda tahun ini, jadi lebih sopan, bermain dengan teknik, pelanggaran seperlunya dan memang jika diperlukan. Tahun ini tidak spt tahun lalu, saya lebih banyak berkata positif tentang PERSIBA dari pada negatifnya..
saya rasa anda bukan penonton dan pendukung PERSIBA, dari penjelasan anda, anda tidak tahu perkembangan PERSIBA sama sekali. BTw, saya sdh liat di google earth : lokasi anda itu rumah atau kantor yah ? kok spetinya rumah mewah yah ??
HA AH..? SAMPAI JULIO PEREZ MASUK JUGA…?
he..he…Julia Perez mas…
waktu itu orang kestadion bukan buat nonton pemain bola…semua pada mo liat JUPE…wakaka