Feeds:
Posts
Comments

Semangat beruang muda ..akhirnya memastikan rangking ke 3 dalam laga penuh drama di Palembang.

malam ini saya hanya ingin mengucapkan selamat terlebih dahulu…

bravo PERSIBA

Advertisements

Hari minggu tanggal 30 Mei 2010 adalah sebuah tanggal bersejarah yang akan ditorehkan oleh pasukan muda PERSIBA. Dibentuk diawal musim tanpa target yang muluk-muluk ternyata para pemain muda PERSIBA sanggup menempel ketat AREMA Indonesia sebelum akhirnya menyerah kalah dalam perburuan gelar.

Meskipun demikian hasil yang diperoleh saat ini sebenarnya sudah luar biasa bagi penduduk kota Balikpapan. Satu hal yang pasti PERSIBA tidak dipandang sebelah mata lagi.. bahkan oleh team-team mapan dipulau Jawa.

PERSIBA jelas sanggup untuk mengalahkan Sriwijaya FC di Stadion JAka Biring Palembang. Dengan kondisi semangat tinggi usai mengalahkan PERSIB tentu PERSIBA memiliki kans untuk mengalahkan sriwijaya FC. Sriwijaya FC sendiri musim ini tergolong kacau balau karena berbagai masalah internal dan terutama buntut pemukulan supporter oleh pemain mereka. Kondisi tanpa semangat ini bisa dimanfaatkan oleh pemain PERSIBA yang sedang on fire mencari peringkat ke tiga.

Kunci kemenangan PERSIBA adalah tetap mengandalkan kekompakan team seperti yang selama ini terjalin. Jika team lawan terbiasa untuk menjepit Robertino dan Julio lopez, maka pemain lainnya siap membuat barisan Pertahanan Sriwijaya kocar-kacir. Pemain Muda Hendro Siswanto wajib dipasang sejak awal. Kerjasamanya bersama julio sering membuahkan goal yang dibutuhkan oleh PERSIBA.

Hai..beruang Muda saya tunggu kabar baiknya !!!

selamat Berjuang

tidak ada kata lain selain kekecewaan yang harus diterima oleh seluruh penonton dan pendukung PERSIBA menyaksikan partai yang membosankan melawan saudara tuanya yakni PERSISAM.

Entah mengapa, PERSIBA bermain tidak biasanya. Tanpa Albicho yang katanya sakit Perut dan tidak bisa dimainkan maka skema permainan berubah menjadi 3-4-1-2 dimana hendro siswanto bermain dibawah J-Lo dan Ferry ariawan.

Bermain selama 45 Menit Persiba sama sekali tidak menghasilkan shot on goal. entah kenapa Ferry dan Jlo yang biasanya begitu kompak dan trengginas tiba-tiba menjadi hilang akal untuk menembus pertahanan PERSISAM.

Penonton begitu kecewa karena Pemain PERSIBA sepertinya sengaja bermain aman atau lebih tepatnya tidak mengejar kemenangan … entah mengapa mereka melakukan ini ?

apakah karena kurang gaji ?

apakah karena kurang bonus ?

atau karena perintah atasan untuk mengalah ?

saya tidak tahu.. hanya yang jelas…saya bayar rp 130.000 terlalu mahal dan betul-betul kecewa dengan pertandingan tadi.

PERSIBA bulan maret ini akan menjalani pertandingan lebih berat dari pada medio November 2009 kemarin. MEskipun berat saya percaya Pemain dan Pelatih telah siap untuk mendapatkan hasil maksimal dari pertandingan di Bulan Maret ini.

Kunci PERSIBA untuk tetap bertahan di puncak klasemen adalah memperbaiki hasil partai tandang mereka. Dengan kemenangan tandang PERSIBA dijamin dapat bersaing dengan team-team lainnya. SAyangnya kualitas pemain PERSIBA secara umum masih boleh dibilang tidak sebagus rata-rata team papan atas. Keunggulan terbesar PERSIBA menurut saya adalah di dua point yakni stamina pemain muda dan J-Lo alias Julio Lopez.

Sayangnya Point Julio Lopez telah diketahui oleh lawan dan menjadi sasaran utama penjagaan musuh. Selama lima pertandingan terakhir, Julio Lopez boleh dikata menjadi mandul karena penjagaan super ketat yang diberikan oleh lawan-lawan PERSIBa, bahkan strategi ultra defensif diterapkan team-team musuh ketika mampir ke kandang PERSIBA.

Karena itu saya mengusulkan kepada Direktur Teknik PERSIBA DAniel Roekito untuk memarkir J-LO setidaknya selama 45 menit dan memasukkan pemain muda seperti Sultan Sama atau Johan Yoga untuk mengacaukan Pertahanan dari PERSELA lamongan.

Tenaga muda dari Johan, Albicho dan Fery saya yakini akan membuat PERSELA berpikir ulang untuk secara frontal menyerang PERSIBA. Ketika PERSELA sudah kehabisan nafas di Babak kedua, barulah J-Lo masuk dan memforsir tenaganya selama 45 menit untuk membuat PERSELA menikmati kekalahan dikandangnya.

Semoga saja !!!

Partai PSM Makasar vs PERSIBA BAlikpapan biasanya menghasilkan suasana panas ibaratnya partai Derby. Mengingat sebagai besar pendukung dan pengurus PERSIBA adalah orang yang berasal dari Sulawesi Selatan. Meskipun dari Makasar dan sekitarnya pendukung PERSIBA tersebut tidak rela PERSIBA menyerah dengan mudah dikandang PSM.

PERSIBA datang dengan semangat untuk tetap bersaing dipapan atas SUPER LIGA. Dengan kemenangan tandang PERSIPURA dan Sriwijaya FC dikandang musuh-musuhnya membuat PERSIBA harus lengser dari posisi dua klasemen saat ini. Kunci untuk bertahan di papan atas hanyalah dapat memenangi partai tandang seperti ketika PERSIBA mampu menang dikandang Arema. Team-team elite Super Liga saat ini memaksakan kemenangan di laga tandang melawan team-team mediocore dan team papan bawah.

Jadi kunci bertahannya PERSIBA dipapan atas SUPERLIGA adalah kemenangan di laga tandang PERSIBA dikandang PSM.Dengan materi yang lengkap sangat memungkinkan bagi PERSIBA untuk memenangi laga ini. Satu-satunya kemungkinan adalah jeleknya permainan Hamid REza di sektor Gelandang Bertahan. Entah Kenapa Hamid Reza hanya bermain bagus dibeberapa pertandingan saja dan selebihnya tidak bertenaga dan memudahkan pemain lawan masuk ke sektor pertahanan PERSIBA.

PSM wajib memanfaatkan kelemahan PERSIBA disektor tengah tersebut jika Hamid Reza dimainkan sejak menit awal. Partai ini adalah laga penentuan apakah Hamid reza akan dipakai atau tidak dalam jeda transfer di musim ini. Jika Hamid tetap melempem PERSIBA tidak sungkan-sungkan segera menggantinya dengan pemain korea yang telah lolos seleksi di Balikpapan.

Pertarungan di lini tengah juga akan menarik dengan tiadanya Syamsul Arifin di sektor tengah PSM. Tanpa Syamsul, Robert Pugliara akan mudah beraksi disektor Pertahanan PSM sehingga mudah memberi assist kepada Julio Lopez maupun Penyerang baru Albicho.

PERSIBA selamat Berjuang yah…Semoga menang !!!

Komplain Mr. Rene Albert yang menganggap bahwa penonton PERSIBA rasis menurut saya tidaklah tepat.  Penonton PERSIBA menurut pengamatan saya distadion jarang bersikap rasis kepada para pemain negro. Penonton PERSIBA baru mengeluarkan suara seperti binatang jika pemain kulit hitam tersebut memprovokasi pemain PERSIBA atau bahkan penonton. Penonton pasti akan membalasnya dengan sikap rasis tersebut.

Nah, untuk Pierre Njanka punya bad story di stadion PERSIBA. Musim lalu ketika PERSIBA menjamu PERSIJA dalam partai piala LIGA terjadi keributan dilapangan antara Pierre Njanka dan striker PERSIBA musim lalu Adrian Trinidad. Keduanya mendapatkan kartu kuning pada waktu itu.

Sayangnya kasus berlanjut dengan timbulnya pengaduan P. Njanka yang mengadukan A. Trinidad yang dianggapnya mengeluarkan kata-kata rasis terhadap dirinya. Akhirnya Trinidad mendapatkan hukuman dari PSSI karena dianggap mengeluarkan kata-kata rasis meskipun P. Njanka tidak memiliki saksi selain Gaston Castano (temannya Trinidad  dan Julia Perez). Lucu kan !!!

Nah, dalam kasus rasisme di Stadion PERSIBA ini, saya yakin penonton PERSIBA teringat akan kasus tahun lalu. Jadi kesimpulannya, P. Njankalah yg memicu rasisme karena dia sendiri yang memposisikan dirinya sebagai orang rasis..

ORang rasis menurut saya adalah orang yang selalu merasa berbeda dan selalu merasa inferior. Akibatnya orang lain lah yang selalu dipersalahkan atas perasaannya tersebut. Jika P. Njanka tidak mempedulikan teriakan penonton tersebut saya yakin tidak akan melanjutkan teriakan mereka. Semakin dilawan maka semakin keras juga reaksi penonton.

Jadi P. Njanka lah yang rasis…

Sarasehan Sepakbola memang harus segera digelar di Malang untuk memberi tekanan kepada PSSI agar membangun persepakbolaan Indonesia yang sehat dan maju.

Mengapa saya berani mengatakan bahwa PSSI adalah makelar juara ?? Saya memperhatikan keanehan kepemimpian wasit dalam beberapa laga yang disiarkan langsung pada awal paruh musim ke dua Super LIGA saat ini.

Yang membuat saya kaget adalah wasit Aang Suparlan yang memimpin team kesayangan saya melawan AREMA Indonesia yang disiarkan secara langsung. SAya sering mengamati kinerja wasit Aang dalam memimpin pertandingan terutama di kandang PERSIBA meskipun tidak dapat nilai 9 seperti Jimmy Napitupulu tapi dapat 7,5  menurut penilaian saya. Wasit Aang meskipun beberapa kali membuat kesalahan tetapi umumnya masih dalam batas yang wajar. Wasit Aang jarang sekali bertindak tidak fair terutama menguntungkan team Kandang secara berlebihan, terutama pada kondisi 50:50 memang biasanya wasit Aang akan lebih membela PERSIBA.

Saya sebenarnya senang ketika melihat Wasit Aang yang akan memimpin partai PERSIBA Balikpapan melawan AREMA INDONESIA, tapi dipenghujung pertandingan saya kecewa akan sebuah kenyataan bahwa wasit Aang tidak memimpin sesuai karakternya saat ini.

Wasit Aang mudah sekali meniup peluit ketika pemain Arema terjatuh maupun dalam duel body charge yang biasanya bukan dianggap sebagai pelanggaran. Bahkan anehnya ketika pemain PERSIBA yang terjatuh justru dibiarkan saja oleh kang Aang. Ada apa ini ??

Ada dua kemungkinan :

1. Wasit Aang yang berasal dari Jawa Barat berharap PERSIB dapat naik keposisi atas jika PERSIBA kehilangan poin lagi di laga kandangnya kali ini.

2. Ada agenda lebih besar untuk menaikkan posisi team-team utama yang bernilai jual tinggi (PERSIJA, PERSIB, Sriwijaya FC) kepapan atas. Dengan pertimbangan bahwa klub-klub ini punya basis massa yang kuat yang sangat berguna dalam dunia marketing.

Saya lebih yakin untuk kemungkinan no dua. PSSI sempat dituntut PERSIPURA karena mengadakan final PIALA LIGA di Palembang yang notabene merupakan kandang SRIWIJAYA. PERSIPURA kalah dengan WO karena merasa ada ketidak adilan dalam pertandingan tersebut.

Musim liga saat ini PSSI lebih gila lagi karena mengatur semua wasitnya untuk membela team-team tertentu atau untuk mengatur posisi team tertentu diklasemen Super liga.

Ini bukan lagi Mafia Wasit … Tapi MAFIA PSSI .. sebagai makelar JUARA…

Ayo Reformasi PSSI…